Siapa yang tidak kenal kalimat "alhamdulillah"? Siapa juga yang tidak tahu artinya? Tapi siapa yang tahu maknanya? Segala puji bagi Allah, untuk Allah. Apa arti segala? Semua bukan? Kalo semua, apakah masih ada sisa? Tentu tidak, bukan? Hakikatnya semua yang kita lakukan, yang kita fikirkan, yang kita rencanakan, adalah atas izin Allah. Ketika setiap rencana kita berhasil, setiap cita tercapai, setiap mimpi terwujud, maka ada peran besar Allah di balik itu semua. Tidak hanya di tiap gerak yang kita lakukan, di tiap ide yang kita fikirkan, tapi juga di tiap detak jantung, di tiap udara yang kita hirup, di tiap alir darah di dalam tubuh. Bahkan tubuh ini beserta isinya adalah titipan dariNya. Kita hanya menumpang nama dari apa yang telah Ia lakukan. Atas pujian yang diberikan pada kita, atas sanjungan dari yang kita perbuat, sebenarnya milik siapa? Jika segala puji untuk Allah, maka seharusnya tidak ada sisa puji buat kita.. Jadi untuk apa sombong? Untuk apa angkuh? Apa maksudnya tinggi hati? Kenapa harus bangga? Rasulullah bersabda: “Jangan memujiku secara berlebihan seperti kaum Nasrani yang memuji Isa putera Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba-Nya, maka ucapkanlah, “Hamba Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Ahmad). Wallahu 'alam source: dtjakarta.or.id |
Popular Posts
-
Tak selamanya orang tegar itu pantang bersedih. Tak selamanya orang galak itu jarang bersedih. Tak selamanya yang judes dan terkesan tak p...
-
Di antara banyaknya kafe-kafe di sisi bukit serta plaza-plaza di kota sibuk Granada, pegunungan yang berselimut salju dapat dilihat hanya d...
-
♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥ Rasulullah SAW tidur dengan lampu dimatikan. Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabd...
-
Semuanya serba terbatas. Badan ini semakin sakit dibuatnya. Mereka menuntut kesempurnaan. Tapi mereka sama sekali tak pernah mengarahkan....
Sabtu, 28 Januari 2012
Maaf, Tidak Terima Pujian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar