Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. -Khalifah Ali bin Abi Talib-

Popular Posts

Kamis, 21 November 2013

ANING



Apa itu aning?
Nama orang? Atau nama makanan?
Oh bukan saudara-saudari, aning adalah nama sebuah alat transportasi berkapastitas 13 orang. Bentuknya mini dengan warna kuning yang menghiasi hampir seluruh badannya. Untuk itulah kita menyebutnya ANING alias Angkot Kuning. Kalau di Universitas Indonesia ada yang namanya Bus Kuning, di UNDIP ini adanya ya si aning itu. Aning setia mengantar jemput semua mahasiswa UNDIP yang ada di sekitar sirajudin-banjarsari-timoho dan terkadang sampai ngesrep. Nggak begitu jelas juga sih gimana sistematis rutenya, karena emang rute di UNDIP ini aneh saudara-saudari. Nggak lurus sekali jalan gitu.
Aning biasa beroperasi dari pagi-pagi buta hingga magrib. Setelah waktu magrib lewat, masih ada sih, tapi hanya beberapa.. tapi jangan harap bertemu dengan aning pada jam 9 malam kecuali orang-orang yang beruntung. Biaya menaiki aning ini juga relative saudara-saudari, bisa dibilang mahal kalau kita hanya naik dari timoho ke banjarsari, dan bisa tergolong murah kalo kita naiknya dari patung kuda sampe kampus psikologi. Kenapa? Karena jauh dekat biayanya sama. 2500 rupiah J
Lalu, ada lagi hal yang membuat aning ini menarik untuk diulas. Hal ini nggak lepas dari kebudayaan orang jawa yang alus dan penyabar. Sopirnya!
Aku kan anak perantauan nih ceritanya, dan dulu waktu masih mengarungi bahtera SMA di Jakarta aku adalah orang yang sering naik turun angkot. Bukan lagi olahraga, tapi emang karena banyak tempat yang harus dikunjungi dan agenda yang harus diselesaikan (wedeeeehh.. soksibuk kalo kata ibu mah -_-). Ya, dan aku tau betul sifat-sifat abang angkot di Jakarta. Nggak angkot, mikrolet, kopaja, sama aja lah pokoknya. Pertama, mereka adalah orang yang nggak sabaran. Serobot sana serobot sini. Terus, mereka juga orang yang suka teriak-teriak. Entah sama temen satu profesi, atau sama orang-orang di halte. Dan lagi, nih bisa dimasukkan ke golongan tips juga, kalo kalian mau naik angkot atau kopaja atau mikrolet, mendingan cari yang rame dah. Jangan yang sepi. Bukan karena adanya pelecehan seksual atau apa, karena Alhamdulillah aku belum pernah ngalamin hal itu, tapi lebih karena abangnya itu hobi banget oper-operan penumpang. Aku rasa dulunya abangnya ini bercita-cita ingin jadi pesepakbola, tapi karena bolanya habis jadinya beralih jadi sopir ngkot (?) oke fix lagi-lagi gajelas -_-. Nah gitu, jadi kalo penumpangnya sedikit, sopir yang satu bakal main kode-kodean sama sopir angkot di depan atau belakangnya. Pake lampu gitu. Dan galama setelah itu, pasti keneknya bakalan bilang “pindah! Pindah! Pindah! Pindah belakang ya bu! Pindah belakang ya pak!”
Emang sih nggak bayar lagi, tapi kan bĂȘte aja dari yang tadinya duduk malah berdiri.
Nah, terus kalo sopir aning emang kayak gimana?
Ini dia. Hal yang aku kagumin dari sopir aning. Seperti yang udah aku bilang, mereka tuh ramah-ramah..ramahnya tuh maksudnya kalo ngomong nggak pake ngotot, alus dan bijaksana (?) terus, mereka selalu punya kembalian dan punya banyak banget recehan. Dulu kalo di Jakarta, ongkosku sering dibawa kabur sama abangnya , nggak dikembaliin, dan aku selalu husnudzon kalo abangnya emang lagi nggak ada kembalian -_-. Sopir aning disini juga baik baik, maksudnya walaupun penumpang di angkotnya Cuma satu, mereka akan dengan amanah mengantarkan kita ke tempat tujuan. Aku sering loh ngerasa kayak naik mobil sendiri pake sopir pribadi. Hehehe…
Dan mereka nggak suka dumel!
Keren kan aning dan sopirnya itu..
Ya, terlepas dari nggak semua sopir aning baik dan sopir angkot di Jakarta jahat, aku tetep ngerasa kalo ngangkot di semarang itu jauh lebih nyaman walaupun kurang seru karena jarang dapet pengalaman baru kaya di Jakarta
Over all, aku bersyukur karena aku sendiri jarang ngangkot. Bukan apa-apa, aku Cuma salah satu dari sekian banyak orang yang ngerasa kalo tariff aning kemahalan. Seperti yang kubilang tadi, karena jarak kosku dari kampus nggak begitu jauh dan sayangnya peraturan aning tetap keukeuh tak bisa diganggu gugat, jauh dekat, 2500 rupiah J

sekiaaaannn
readmore »»  

Selasa, 19 November 2013

Menikah

menikah? sambil kuliah? atau setelah kuliah? pertanyaan itu selalu kudapat dan selalu kujawab "nurut aja sama yang diatas"
namanya juga perempuan, kodratnya ya nunggu doang. ya emang sih dulu Siti Khadijjah melamar Rasulullah duluan, tapi kan itu beda cerita.. -_- 
liat sel telur. dia nggak pernah jalan-jalan keluar vagina buat nyari sperma. dia cuma jalan pelan-pelan di sepanjang lorong tuba faloppi dan nunggu serma datang nyamperin dia. nah, tuh! sel telur aja begitu, masa kita nggak mau belajar dari sel telur?
dan lagi ya, Allah tuh Maha Tahu lagi kapan kita udah siap buat jadi seorang istri, jadi sabar aja... oke ukhti? :)
readmore »»  

Membentuk Sikap Kritis Mahasiswa


                Fyuh, meskipun nggak begitu lega, tapi seenggaknya malam-malam kali ini bisa tidur sedikit lebih nyenyak daripada hari-hari yang lalu. Why? Nggak tau juga. Mungkin karena LKMM udah lewat, mungkin juga karena berkas senator udah dikumpulin. Weheheh
Berhubung sekarang saya sudah jadi mahasiswa, jadi postingan saya mungkin akan sedikit berbau-bau tentang mahasiswa kali ya (apaan kali berbau -,-). Nah, materi ini saya dapatkan pada rangkaian acara Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa atau biasa disingkat (LKMM) pra dasar, Sabtu, 16 November 2013 lalu. Materi ini diberikan oleh Muhammad Ashim atau lebih sering disapa Mas Ashim. Sekilas info aja, saya sendiri sudah pernah bertemu beliau di suatu rapat dan di mata saya, beliau memang orang yang sangat kritis dalam menyuarakan pendapatnya. Langsung saja yaa…
Apa sih kak kritis itu? Kritis itu bukannya satu tahap sebelum tewas?
Ya, kalo kamu ngomongnya sama para dokter mungkin mereka akan mengiyakan pertanyaan itu -_- . Tapi kalo di ranah kampus, kritis itu, tidak menerima atau menolak suatu hal baru dengan begitu saja dan mampu melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang.
Mengapa butuh kritis?
Simple. Karena Indonesia butuh solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah-masalah bangsa. Emang apa aja sih masalah-masalah bangsa? Banyak. Sering nonton tivi kan? Nontonnya channel apa? Ind*siar? S*tv? Atau R*ti? Yah, itu mah sinetron mulu.. pantesan sering galau (eh). Nonton tuh m*tro tivi, tv *ne, t*ri, pasti tau kalo di Indonesia lagi ada banyak banget masalah. Diantaranya, kemiskinan, kebodohan, korupsi, ekonomi, degradasi moral, dan lain-lain. Apa dan lain-lain? Apa aja lah, kalimat dan lain-lain kan kalimat terbijak untuk menyatakan kesedikitan wawasan kita (?).
Nah, mahasiswa kan nggak semuanya kritis, jadi gimana? Iya emang. Mahasiswa itu emang nggak semuanya kritis. Tapi bukan berarti nggak ada cara-cara buat bikin mahasiswa lebih kritis. Intinya sih, kemauan dari dalam diri mahasiswa itu sendiri. Bagaimana dia harus mau terus terusan belajar dan nggak pernah merasa cukup. Beberaa karakteristik mahasiswa kritis, diantaranya, dia adalah insane pilihan yang terbaik, memiliki etika dan moral yang tinggi, dan berwawasan luas. kalo wawasannya nggak luas, nggak mungkin dia bisa mengkritisi suatu hal. Ya nggak? Ya kan? Ya doong..
Gimana sih cara ngukur daya kritis mahasiswa?
Pertama, pertanyaan atau pernyataan yang kita utarakan itu harus sesuai atau relevan sama fakta. Jadi jangan asal ceplos aja. Terus juga penting atau tidaknya sesuatu yang kritisi itu. Kalo Cuma masalah-masalah sepele seperti mengapa tali sepatu ada yang berbentuk pipih dan bulat, ah itu mah nggak usah diladenin -_- . Kemudian ada yang namanya kebaruan isi pikiran. Nih, kalo udah berita lama, jangan diangkat-angkat lagi ke permukaan. Masih banyak masalah-masalah lain yang baru dan lebih berbobot buat dikritisi. Kekritisan mahasiswa juga bisa dikukur dari info-info yang dibaca oleh mahasiswa itu. Terus lagi, ketika berpendapat, mahasiswa kritis itu selalu memberikan contoh berupa fakta, dan dia juga aktif memberikan solusi atas apa yang udah dia kritisi itu. Nah, yang terpenting, mahasiswa kritis itu selalu simple, praktis dalam menerapkan ide-idenya dan selalu bisa meluaskan isi atau materi yang didiskusikan.
Kenapa sih kita tuh harus berpikir kritis? Emang harus banget ya?
Iya lah.. kalo kalian punya pendapat, ya kalian harus berani mempertahankan pendapat kalian sampai pada suatu titik dimana pendaat kalian terbukati salah, terus kita juga harus mengevaluasi dan merevisi suatu hal entah itu pendapat atau fakta-fakta tertentu. Nggak mungkin kan kita Cuma iya-iya aja..
Nah terus gimana caranya meningkatkan kemampuan berpikir kritis?
Menurut PPT nya mas Ashim, yang pertama itu kita harus mampu berkomunikasi dengan baik. Mampu menyuarakan pendaat dan pemikiran kita. Berani. Terus refleksi diri, yaitu kita harus merevisi apakah di dalam diri kita tuh udah sesuai atau belum sama pendapat kita sendiri. Jangan-jangan, kita bilang harusnya begini dan begitu, eh malah diri kita sendiri yang masih belum begini dan begitu.. dan yang terakhir itu penghayatan proses. Kalo mau jadi orang yang kritis, kita harus mampu menghayati setiap proses, nanti dari proses penghayatan itu kita bakalan nemuin tuh serpihan-serpihan masalah yang mengganjal..
Terus kata mas Ashim, ada empat aktivitas yang menunjang bersikap kritis, yaitu baca, mikir, diskusi, dan nulis
Nah, ada lagi pesen-pesen dari beliaunya, kalo kita mau mengkritisi seautau atau seseorang, kritisilah dengan bahasa yang sopan dan lagi-lagi, kalo kita mau bersikap kritis, kita juga harus bisa dan berani bertindak. Bahasa anakgaulnya tuh, nggak OMDO :D
SEKIAAAANNN


                
readmore »»  

Kamis, 03 Oktober 2013

SEBUAH PROSES SUCI

                Semarang, 30 September 2013
8:28 PM

Sebelumnya aku ingin mengucapkan Happy Wedding untuk mbakku yang belum pernah kutemui dan kulihat wajahnya, mbak Vera Psikologi angkatan 2010 dan suami ^^ Barokallahulakuma wabarak’alaikuma wajama’a baynakuma fi khoir, semoga bisa membangun madrasah pendidikan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah
                Sore ini sepulang dari kampus, kami semua berkumpul di ruang tengah. Melepas penat, berbagi cerita. Dari beragam pengalaman kami hari ini, sebuah kisah cinta dua orang manusia yang diceritakan oleh salah seorang mbak yang turut menghadiri pernikahannya membuatku tertarik. Akunya, pernikahan yang digelar di kota Jakarta itu sangat indah, banyak tamu yang hadir, dan dipenuhi suka cita. Wajar. Namanya juga pernikahan J
                Tak hanya disitu, keindahannya juga terletak dari sejarah perjumpaan mereka. Bagaimana awal pertemuan, bagaimana cara hingga bisa melamar, lalu hal-hal tak terduga apa yang sebenarnya pernah bahkan sering menghubungkan mereka namun tak disadari oleh satu sama lain. Aku menyimak dengan seksama. Begitupun yang lain (terutama yang sudah berada di semester akhir tentunya :p ).
                Ceritanya tidak akan kuceritakan disini karena  aku sendiri belum pernah membaca atau mendengar langsung dari sang mempelai. Intinya, dari secuil kisah itu, aku mendapat sebuah pencerahan. Terlepas dari apa yang sebenarnya terjadi di belakang (behind the scene yang tak terceritakan), aku menganggap bahwa apa yang terjadi diantara mereka hingga akhirnya menikah adalah suatu ke’ideal’an. Suatu proses yang semestinya dalam islam. Dan akupun (yang selama ini bingung dan agak tidak percaya) akhirnya percaya bahwa ternyata ada loh pasangan yang benar-benar lurus dalam menjalani prosesnya. Subhanallah…
                Sementara itu, setelah semua orang bubar, aku dan mbakku mengadakan sebuah diskusi kecil di kamar kami. Beliau yang baru saja lulus dari universitas tempat kami berproses memang sudah pernah dikhitbah oleh seseorang dan saat ini sedang dalam masa “rawan” karena tuntutan dari orangtuanya. Aku mengutarakan rasa kagumku pada mbakku. Rasa kagum setelah mendengar kisah proses suci itu. Dengan tenang, mbakku ini memberikan sebuah cerita. Dimana kisah ini adalah juga nyata. Dialami oleh sebuah keluarga kyai di daerah tempatnya berasal. Cerita yang hamper sama. Sama-sama mengenai keajaiban suatu proses pernikahan. Dialami oleh empat orang bersaudara yang akhirnya menikah dengan orang yang sama sekali belum pernah dikenalnya. Mbakku berpesan, bahwa pada intinya kita hanya harus menanamkan rasa tsiqah. Percaya dengan setulus hati pada orang-orang yang akan menjadi perantara diri kita dengan si “dia”. Percaya bahwa jodoh Allah untuk kita pasti ada dan akan datang dengan cara yang telah disediakan Allah untuk kita.
Yang hanya perlu kita lakukan adalah memperbaiki diri. Terus memperbaiki diri dan mendasarkan setiap perbuatan kita untuk ibadah kepada Allah. Subhanallah…
                Pesan yang menggetarkan hati…
                Berapa banyak diluar sana orang-orang yang pada akhirnya hidup bahagia tanpa pacaran?
                Berapa banyak diluar sana orang-orang sholeh yang mendapat pasangan terbaiknya tanpa pernah bertemu sebelumnya?
                Berapa banyak diluar sana orang-orang yang tak pernah menduga akan waktu, dan cara jodohnya datang?
                Pun ada berapa banyak orang diluar sana yang mengalami kegagalan berumah tangga padahal sudah bertahun-tahun pacaran?
                Berapa banyak orang yang bahkan gagal mendapat hadiah “lamaran” dari sang kekasih hati?
                Masya Allah…
                Sudahlah. Perbaiki diri masing-masing saja… biar Allah yang memerlihatkan kelebihan kita pada orang yang tepat itu. Biar Allah yang memilihkan jodoh untuk kita..
Biarkan tangan Allah yang bekerja J
               

                
readmore »»  

Sabtu, 30 Maret 2013

Berlemah Lembutlah di Dalam Segala Urusan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mau sharing tentang salah satu hadits ya temen-temen :)
Nah, tadi sore, alhamdulillah aku dapet ilmu baru dari pengajian Ustadz Lutfi.
Dari Aisyah r.a ia berkata masuk segolongan Yahudi kepada Rasul lalu mereka berkata "Assaamu'alaikum" (celakalah kalian). Siti Aisyah beerkata aku memahami kata-kata itu lalu aku berkata "Wa'alaikumussaam wa laknat" (dan celaka pulalah kalian dan terlaknat). Lalu Siti Aisyah berkata bahwa Rasul bersabda, "beerlemah lembutlah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah menyukai yang berlemah lembut di segala urusan,". Aku bertanya "Ya Rasul, apa kau tidak mendengar ucapan orang yahudi tadi?", Lalu Rasul SAW bersabda, "Sungguh aku sudah menjawab, wa'alaykum"(dan begitu pula kalian). (H.R. Bukhari)
Dari situ kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita harus senantiasa berlemah lembut pada semua orang termasuk orang yang mendoakan kecelakaan untuk kita. Tidak perlu menyumpah-nyumpah mereka dengan sumpah serapah yang berlebih, cukup ucapkan lah yang setara/imbang atau cukup dengan ucapan yang Rasulullah ajarkan, "wa'alaykum" yang berarti "dan begitu pula kalian"
readmore »»  

Minggu, 10 Februari 2013

Ayat-Ayat Penguat

Untuk saudaraku sesama muslim, untuk saudaraku para aktivis dakwah islam, untuk saudaraku para pembangun peradaban, untuk saudaraku para pemuda islam, untuk saudaraku yang tak pernah lelah dalam menyeru, untuk saudaraku yang selalu siaga diatas kaki yang sedia, untuk saudaraku yang merasa penat, untuk saudaraku yang merasa bosan, untuk saudaraku yang sedang futur, untuk saudaraku dimanapun antum berada, kapanpun waktu di daerah antum, bagaimanapun cara dakwah antum, siapapun antum ...
Cuplikan ayat pada surah at-Taubah ini hanya sebagian kecil dari banyaknya ayat yang bisa menjadi pelecut semangat dakwah kita. Maka berbanggalah akan balasan Allah atas usaha-usaha kecil kita dalam menegakkan kalimat Allah...

(41) Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui

(42) Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, "Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu." Mereka membinasakan diri sendiri dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang yang berdusta.

(43) Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?

(44) Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin (tidak ikut) kepadamu untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa

(45) Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (Muhammad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan.

(46) Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu."

(47) Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan) mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu); sedang diantara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah mengetahui orang-orang yang dzolim.

Al-Qur'an Surah At-Taubah : 41-47
readmore »»  

Jumat, 04 Januari 2013

WAKTU YANG MUSTAJAB BERDOA



From fanpage Apple

Bismillahirrahmanirrahiim..

Doa merupakan tali penyambung yang kokoh antara hamba dengan Rabb_Nya, berdoa kapan saja bisa tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menyediakan waktu dan saat2 yang tepat dan cepat (mustajab) dikabulkan doa, di antaranya yaitu :

A. SEPERTIGA MALAM TERAKHIR

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Ber...sabda :”ALLAH turun kelangit bumi setiap malam saat tersisa sepertiga malam akhir,”
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
”Adakah yang sedang Berdoa Pada-KU,maka AKU Kabulkan,Adakah yang Meminta Pada-KU,maka AKU Berikan,Adakah yang Bertaubat Pada-KU,maka AKU Ampunkan.”(HR.Bukhari dan Muslim).

“Dari Jabir Radhiyallahu Anhuma,Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :”Sesungguhnya pada waktu malam terdapat satu waktu,bila pada saat itu seorang Muslim memohon kepada ALLAH sesuatu Kebaikan yang berkaitan dunia maupun akhirat,Maka ALLAH akan menganugerahkan kebaikan tersebut,dan itu ada pada setiap malam”.(HR.Muslim)

B. PADA WAKTU SUJUD

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :”Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb_Nya adalah pada waktu sujud,maka perbanyaklah Berdoa pada saat sujud.”(HR.Muslim).

C. SAAT ANTARA ADZAN DAN IQAMAH

“Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :”Doa itu tidak ditolak antara Adzan dan Iqamah,maka Berdoalah.”( HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).

“Dari Abdullah bin Amr Ibnu Ash,Bahwa ada seorang laki-laki berkata “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya para Muadzin itu telah mengungguli kita”.

maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :” Ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh para Muadzin itu, dan jika kalian selesai (menjawab), maka memohonlah (berdoalah) kalian pasti diperkenankan.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban).

D. PADA SAAT DIAKHIR SHALAT FARDHU

“Dari Abu Umamah Al Bahili Radhiyallahu Anhu berkata,”Pernah ada yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,”Wahai Rasulullah’Doa apakah yang dikabulkan (dijabah)??
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :”Doa yang dipanjatkan di tengah malam akhir dan di akhir Shalat Fardhu (Wajib).”(HR. At Tirmidzi dan An Nasa’i).

E. PADA HARI JUMAAT

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebut Hari Jumat kemudian Bersabda :”Di dalamnya ada satu saat (yang mustajab) tidaklah seorang Muslim yang kebetulan waktu itu sedang mendirikan shalat (atau menunggu shalat), dan memohon kepada ALLAH sesuatu (hajat) melainkan ALLAH pasti Mengabulkan permohonannya.” dan Rasulullah mengisyaratkan dengan tangannya akan sedikitnya saat Mustajab itu. (HR.Bukhari).

F.SAAT MELAKUKAN PERJALANAN (musafir)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :“Tiga permohonan (Doa) yang pasti diperkenankan ALLAH tanpa ditunda “Doa orang yang di Didzalimi (Teraniya),Doa Seseorang dalam Perjalanan (Musafir),dan Doa Orang Tua kepada Anaknya.” (H.R. Abu Dawud).

G.SAAT MENDENGAR AYAM BERKOKOK

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“Apabila kalian mendengar Ayam Berkokok, Maka mohonlah Anugerah_Nya karena Ayam itu melihat Malaikat .”
(HR.Bukhari dan Muslim).
readmore »»  

Kamis, 03 Januari 2013

Cara Membuat Tulisan Berjalan (Marquee)

Setelah selama ini saya selalu posting tentang agama, ada baiknya kali ya sekarang saya share tentang ... ya.. pokoknya yang ada di judul itu lah
Kayak di blog ini, di bawah judul, itu kan ada tulisan yang jalan gitu, nah cara bikinnya tuh begini
1. Kalian masuk dulu ke account blogger kalian
2. pergilah ke "Tata Letak"
3. Pilih "Tambah Gadget" di tempat yang kalian mau.
4. Pilih "HTML/JavaScript" lalu klik tanda plus yang ada di sebelahnya
5. Masukin deh kode di bawah ini
     TEXT
    Isi TEXT dengan kalimat yang kalian inginkan
6. Lalu Simpan.
Jadi deh.
Selamat mencoba :)
    
readmore »»  

Rabu, 26 Desember 2012

SIRSAK 1 “Lebih Dekat Dengan Sahabat”


 
            Minggu, 4 November 2012 merupakan hari dilaksanakannya sebuah acara bernama SIRSAK alias Share Rohis Akhwat. Acara yang berlangsung di taman Monumen Nasional ini berlangsung selama kurang lebih 4,5 jam. Sejak pukul 08.00 – 12.30 WIB.
            Diawali dengan kekhawatiran akan turunnya hujan—mengingat lokasi acara yang terbuka—pada akhirnya acara ini berjalan dengan sukses karena alhamdulillah kondisi cuaca yang sangat mendukung. Hujan tidak, panas pun sedikit.
            Acara perdana yang diikuti oleh 45 orang peserta ini bertujuan sebagai ajang sharing tentang kondisi ROHIS di tiap sekolah, dan juga ajang untuk bersilaturrahim dengan saudari-saudari muslim dari sekolah lain.
            Dalam acara ini, materi yang disampaikan oleh Kak Nurcholipah (Mahasiswi STEI SEBI) sangat menyenangkan. Peserta jadi lebih mengetahui kelebihan keberadaan mereka di ROHIS dan juga pentingnya menjalin ukhuwah serta kebersamaan mereka dalam berdakwah.
            Sesuai dengan tema acara yaitu “Lebih Dekat dengan Sahabat”, peserta diarahkan untuk berbaur dengan para peserta yang lain dan mengenal satu sama lain. Bukan hanya mengenal nama, melainkan juga bekerjasama dan berpikir untuk memecahkan masalah bersama-sama.
            Hal itu diimplementasikan dalam beberapa games seperti “Lingkarang Move On” yang menuntut adanya kerjasama yang tinggi dari setiap anggota, “Oper Karet” yang menanamkan rasa percaya pada pemimpin kelompok, serta “Kapal Karam” dimana sangat dibutuhkan rasa rela berkorban demi saudara.
            Selain acara-acara diatas, ada pula acara lain seperti rujak party (mohon maaf jika sambalnya terlalu pedas :D).
            Dalam acara ini, para peserta berkesempatan mendapatkan 3 doorprize yang akhirnya dimenangkan oleh 3 peserta yaitu Wafa’ (kategori pendatang pertama), Syifa (kategori peserta ter-berani), dan Imash (kategori pemimpin kelompok terbaik). Selamat kepada ketiganya ^_^
            Dengan diadakannya acara SIRSAK 1 ini, diharapkan para peserta dapat menambah jaringan pertemanan mereka, menyatukan ROHIS-ROHIS dari berbagai sekolah, dan menguatkan ukhuwah islamiyah antar sesama muslim.


            “Acara ini bagus. Ane sebagai alumni jadi mampu mendapat ilmu yang lebih banyak dari materi yang disampaikan oleh Ka Nurcholipah,”ujar Nuzul, alumni ROHIS SMA Negeri 94 Jakarta.
            ROHIS bukan hanya ekstrakurikuler semata. ROHIS merupakan sebuah keluarga dengan individu yang bermacam-macam karakternya. ROHIS satu dengan ROHIS lainnya tidak perlu berlomba menonjolkan kelebihan dirinya. Karena bagaimanapun juga, tujuan ROHIS di semua sekolah itu sama yaitu membesarkan nama Islam dan berdakwah di lingkungan sekolah.  Karena itu, penting bagi ROHIS-ROHIS dari berbagai sekolah untuk bergabung dan mengeratkan ukhuwah untuk bersama-sama mencapai tujuan tersebut.
            Dalam bukunya yang berjudul ”Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami”, Ustadz M. Lili Nur menyatakan bahwa ”Jalan dakwah membawa kami tiba di sebuah komunitas do’a. Perkumpulan orang-orang beriman yang saling mendo’akan. Inilah persekutuan do’a yang luar biasa,”
            Jazakillahu Khairan atas kehadirannya, kami tunggu antunna di acara selanjutnya, SIRSAK 2 (jarkoman menyusul). Salam Cerdas Bermoral.
-panitia SIRSAK-
           


readmore »»  

Selasa, 20 November 2012

VMJ (Sehat dan Memotivasi?)


Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu'alaikum saudaraku
Udah lama banget rasanya nggak posting disini. Maklum, sibuk dengan kurikuler :) Doakan ya, supaya tahun ini aku lulus dan bisa diterima di universitas yang diinginkan, -aamiin- :)
Nah, kali ini mungkin aku akan nyinggung sedikit tentang VMJ.
Ya. Lagi-lagi VMJ alias (Virus Merah Jambu) atau yang awam disebut dengan falling in love.
Biasanya, dari keputrian, atau pas ngobrol-ngobrol sama temen, atau bahkan pas lagi diskusi agama, aku mendengar banyak pertanyaan tentang ini. Tapi yang jadi most popular question cuma satu, yaitu
"emang pacaran nggak boleh ya?"
dan jawaban yang biasa kudengar adalah
"tergantung, kalau pacarannya sehat ya nggak apa-apa,".
Mungkin beberapa dari sobat bakal ngiyain dan setuju sama jawaban itu. Aku juga setuju kok. Tapi coba kita liat, pacaran sehat itu kayak gimana sih?
Ini nih kriteria nya :
1. Nggak peluk-pelukan
2. Nggak (maaf) kissing
3. Nggak berduaan
4. Nggak boncengan
5. Nggak kedip-kedipan
6. Nggak surat-suratan
7. Nggak telponan
8. Nggak SMS-an
Wehehehe... gimana? Sanggup nggak pacaran sehat? Nggak kan? Nggak aja deh. Soalnya, pacaran kayak gitu tuh cuma nyiksa diri dan nggak berkah.
"tapi kalau pacarannya memotivasi, gimana?"
Hmm.. kebanyakan remaja yang berasal dari kalangan akademisi pasti akan ngajuin pertanyaan itu kalau udah ngomongin soal ini. Tapi perlu dicatat : terkadang, kalimat pertanyaan itu bisa berarti pemaksaan. pembenaran atas keinginan pribadi yang memang ingin dibenarkan walau kenyataannya salah.
Motivasi itu kan banyak sumbernya. Emang harus dari pacar? Emang pacar kita Mario Teguh sang motivator golden ways itu? Emang bisa jamin kalau suatu saat ketika kamu dan doi juga lagi sama-sama lemes dia tetep bisa motivasiin kita?
Alasan memotivasi itu aku bilang BULLSHIT.
Karena nggak ada hubungannya sama sekali.
Motivasi itu bisa dilihat dari orang-orang sukses di sekeliling kita. Para alumni, teman, atau dari video-video orang-orang berkebatasan yang berprestasi. Itu baru motivasi. Kalau dari pacar mah, bukan motivasi, tapi gombalisasi.
Dalam Islam sendiri, nggak pernah tuh ada kata pacaran. Islam tidak pernah menganjurkan hal itu.
Kenapa?
Percaya ini dulu deh, Allah nggak akan melarang kita melakukan sesuatu kalau sesuatu itu ada manfaatnya buat kita. Dan Allah melarang kita berbuat sesuatu karena sesuatu itu nggak ada manfaatnya bahkan banyak mudharat nya buat kita.
Contoh : Allah mengharamkan babi, karena di dalam perut babi itu ada cacing pita nya. Dan itu bisa bikin penyakit buat manusia.
Allah melarang kita buat minum minuman keras, karena itu bisa merusak jaringan otak kita.
Nah, Allah juga nggak nganjurin kita pacaran itu karena pacaran = ladang syaitan.
Syaitan-syaitan ini nih yang bakal ngipas-ngipas syahwat (nafsu) kita kalau kita lagi pacaran. Bawaannya kangeeenn mulu sama doi. Pengen ketemuuu mulu. Nggak liat sehari aja makan langsung nggak enak, tidur nggak nyenyak, mandi nggak basah (?). Pokoknya dimana-mana inget doi mulu deh.
Walhasil apa?
Lupa PR, lupa ulangan, lupa kuis, lupa bikin PPT, bahkan lupa sholat! -astaghfirullah-
Berapa banyak coba anak muda yang pacaran lalu kebablasan?
Berapa banyak siswa-siswi yang hamil saat masih sekolah?
Berapa banyak remaja yang melakukan aborsi? Atau bunuh diri?
Wah, berarti Islam kolot dong?
Eits, siapa bilang di Islam nggak ada istilah pacaran?
Ada kok!
Tapi nggak pacaran doang, melainkan PACARAN SETELAH MENIKAH.
Enakan mana sobat?
Kalau belum nikah, pegangan tangan takut diliat orang. Mau ciuman takut digrebek satpam. Mau boncengan bawaannya was-was. Belum lagi keingetan sama bonusnya -murka Allah- (na'udzubillah)
Tapi kalau udah nikah nih, pegangan tangan sama suami/istri aja udah ngerontokin dosa. Udah kita seneng, dapet pahala lagi. Subhanallah.
Nah sobat, perlu diingat nih, agama kita itu rahmatan lil 'alamin yang artinya rahmat bagi seluruh alam.
Apa yang diajarkan, dianjurkan, dan dilarang dalam agama ini pastinya ada manfaatnya buat kita.
Sebagai generasi muda islam, ayo deh kita lakuin perintah-perintah agama ini dengan baik dan benar. Insya Allah kedepannya, kalau anak mudanya aja udah religius, seluruh aspek kehidupan ini bakalan baik dah -aamiin-
Udah dulu ya sobat bagi-bagi ilmunya, kapan-kapan kita sambung lagi,
Wassalamu'alaikum warahmatullah :)
readmore »»  

Rabu, 05 September 2012

KEAJAIBAN HADITS RASUL TENTANG MEMATIKAN LAMPU DI WAKTU MALAM

♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥

Rasulullah SAW tidur dengan lampu dimatikan.
Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda:
"Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.[11]
Menurut Biologi & Medis
mari kita bahas dari segi sains dan kesehatannya. Semakin malam semakin gelap tubuh kita akan merasa lelah dan mengantuk. Ini jelas wajar, sintesis dan sekresi hormon melatonin oleh kelenjar pineal meningkat seiring dengan semakinnya malam. Hormon inilah yang menyebabkan kita menjadi mengantuk di malam hari. Fungsi dari rasa kantuk adalah sebagai sinyal positif tubuh agar segera mengistirahatkannya. Hormon yang mempengaruhi irama sirkadian ini kemudian akan menyesuaikan sehingga terjadi sinkronisasi antara siklus tidur dengan siklus pergantian siang dan malam di lingkungan.
Seorang Biolog, Joan Roberts menemukan rahasia setelah melakukan percobaan pada hewan. Ketika hewan tersebut diberi cahaya buatan pada malam hari, melantonin nya(salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat) menurun dan sistem kekebalan tubuhnya melemah. Rupanya, cahaya Lampu – seperti juga TV – menyebabkan hormon menjadi sangat lelah. Keadaan malam yang gelap diam-diam berkolaborasi dengan tubuh. Hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh menghasilkan Melantonin. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari – sekecil apapun sinarnya menyebabkan Produksi hormon melantonin terhenti.
Tidur yang berkualitas dalam artian bahwa dalam selang waktu selama kita tidur, otak kita benar-benar dalam keadaan beristirahat. Sinar cahaya saat kita tidur menjadikan kualitas tidur kita kurang baik, ini dikarenakan sinar tersebut masih berperan sebagai perangsang stimulator kerja otak. Secara ilmiah, cahaya yang ada dalam ruangan tidur akan menembus sampai bagian mata kita walaupun dalam keadaan terlelap, sinar tersebut akan memasuki ruangan stimulator yang nantinya direspon oleh otak. Dengan kata lain walaupun mata kita terpejam, tetapi jika ada cahaya yang bersinar maka otak kita akan bekerja untuk merespon atau mengartikan cahaya yang masuk tersebut. Tidur yang berkualitas di malam hari merupakan upaya optimalisasi dalam detoksifikasi untuk menetralisir toksin yang mengontaminasi tubuh. Detoksifikasi tubuh, terjadi terutama pada hati, tercapai optimal saat tidur. Mekanisme tersebut berkaitan erat dengan diproduksinya antioksidan sebagai penetral toksin. Pada tidur yang berkualitas, detoksifikasi hati dapat berjalan optimal, khususnya dalam pembentukan asam amino glutathione sebagai antioksidan yang menetralisasi stres oksidatif dan radikal bebas.
Tidur Mati Lampu mencegah KANKER PAYUDARA
Tidur malam dalam kamar yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Ahli biologi Joan Robert mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.
Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.
Dengan mematikan lampu ketika tidur malam hari, bukan hanya menghemat energi tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Maka itu tidur malam sambil nonton TV juga sangat tidak disarankan.
Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku 'Avoiding Cancer One Day At A Time' juga menuliskan perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata perempuan lain. Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya karena penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.
Pentingnya tidur malam hari dengan mematikan lampu baru-baru ini juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris dan Israel. Peneliti menemukan ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.
Para ilmuwan mengklaim jika seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa detik, maka bisa menyebabkan perubahan biologis yang mungkin mengarah ke kanker.
Jika pada penelitian sebelumnya tidur malam dengan lampu terang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker prostat. Maka pada penelitian terbaru ini menunjukkan paparan jangka pendek juga bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
"Orang-orang yang bangun di malam hari disarankan untuk tidak menyalakan lampu. Kami percaya bahwa setiap kali menyalakan cahaya buatan pada malam hari akan memiliki dampak pada jam biologis tubuh, karena ini adalah mekanisme yang sensitif," ujar Dr Rachel Ben-Sclomo dari University of Haifa.
Dr Rachel menambahkan bahwa ini adalah temuan terbaru dan masih sebatas penelitian pendahuluan. Namun kini ia dan tim tengah menganalisa wilayah ini secara lebih mendetail. Hasil ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics.
Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia
Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.
Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.
Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.
Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.
Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.
Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.
Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.
” Wallahu a’lam ÙˆŰ§Ù„Ù„Ù‡ ŰŁŰčلم
(♥ Subhanallah || Semoga Bermanfaat & Silahkan Di Share ♥)

BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI

... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik

sumber: Prastyo Prakoso
readmore »»  

Selasa, 03 Juli 2012

Misteri Mayat di Atas Mesjid Nabawi

Qubbatul Khadhra’ (kubah hijau) yang terlihat megah di Masjid Nabawi berfungsi menaungi kuburan jasad Rasul Saw yang mulia didampingi kedua sahabatnya sekaligus mertuanya yaitu Abu Bakar Siddiq ra, dan Umar bin Khattab ra. Tempat tersebut dahulunya adalah rumah baginda Rasul Saw karena setiap Rasul yang diutus oleh Allah Swt dikuburkan di mana dia wafat. Sebagaimana sabda Nabi Saw: Tidak dicabut nyawa seorang Nabi pun melainkan dikebumikan dimana dia wafat. (HR. Ibnu Majah)

Sejarah bercerita, ketika Nabi sampai di Madinah, pertama sekali dikerjakan Nabi Saw adalah membangun Masjid Nabawi dengan membeli tanah seharga 10 dinar kepunyaan dua orang anak yatim Sahl dan Suhail berukuran 3 x 30 m.

Bangunan yang sederhana itu hanya berdindingkan tanah yang dikeringkan, bertiangkan pohon kurma dan beratapkan pelepah kurma. Sebelah Timur bangunan Masjid Nabawi dibangun rumah Nabi Saw, dan sebelah Barat dibangun ruangan untuk orang-orang miskin dari kaum Muhajirin yang pada akhirnya tempat itu dikenal dengan tempat ahli Suffah (karena mereka tidur berbantalkan pelana kuda).

Baru pada tahun ke-7 H, Nabi mengadakan perluasan Masjid Nabawi ke arah Timur, Barat, dan Utara sehingga berbentuk bujursangkar 45 x 45 m dengan luas mencapai 2.025 m2 dan program jangka panjang untuk memperluas Masjid Nabawi seperti yang kita lihat sekarang ini diisyaratkan oleh Nabi Saw dengan sabdanya menjelang wafat: “Selayaknya kita memperluas masjid ini”.


Terakhir ada seorang manusia yang memanjat kubah hijau Masjid Nabawi untuk dihancurkan, lalu disambar petir secara tiba-tiba dan mati. Mayatnya melekat pada kubah hijau tersebut dan tidak dapat diturunkan sampai sekarang. Syekh Zubaidy, ahli sejarah Madinah menceritakan ada seorang soleh di kota Madinah bermimpi, dan terdengar suara yang mengatakan “Tidak ada satu orang pun yang dapat menurunkan mayat tersebut, agar orang yang belakangan hari dapat mengambil, i’tibar”.

Hingga sekarang mayat tersebut masih ada dan dapat disaksikan langsung dengan mata kepala. Bagi yang tidak dapat berkunjung ke sana dapat mengakses internet google “Ada Mayat di atas Kubah Masjid Nabawi”.


SUMBER:  http://www.tahukahkamu.com/2011/09/misteri-mayat-di-atas-kubah-masjid.html#ixzz1YybteiDU
readmore »»  

Senin, 02 Juli 2012

Rahasia Wajah Bercahaya




dakwatuna.com – Tak biasanya sepulang menunaikan shalat Maghrib di masjid bersama ayah dan kakaknya, putri kecilku menguak pintu tanpa mengucap salam. Tangisnya terdengar sejak masih di halaman. Ia langsung menghambur dan memeluk saya sambil mengadukan sesuatu. Sayangnya, apa yang ia sampaikan di sela tangisnya itu tak dapat saya dengar dengan jelas.
Air matanya menetes menembus kain mukena yang masih membalut tubuh saya yang baru saja usai mengajari putri bungsu menghafalkan sebuah doa. Bahunya naik turun seirama tangisnya. Saya elus-elus ia, berharap dapat menenangkan hatinya agar tangis itu segera reda.
Tak lama kemudian pangeran kecilku masuk sambil mengucap salam. Raut mukanya terlihat ikut prihatin dengan kesedihan yang dialami adiknya. Tanpa diminta ia langsung menjelaskan apa yang menyebabkan adiknya bersedih.
Ternyata usai shalat Maghrib tadi, mereka mampir ke sebuah mini market. Ayahnya hendak membeli suatu keperluan. Saat itulah si putri kecil merengek meminta ayahnya membelikan suatu produk kecantikan yang disinyalir dapat membuat wajah seorang wanita bercahaya dan tampak lebih muda. Ia ingin menghadiahkannya pada saya. Namun, sang ayah tak mengabulkan keinginannya itu.
Geli bercampur haru mendengar tuturan pangeran kecil tentang penyebab tangis si putri nan penuh perhatian ini. Rupanya, ia terjerat iklan yang sering tayang saat kami menyimak berita televisi. Tetapi terlepas dari bicara tentang perangkap iklan, saya merasakan niat mulia si putri yang baru berusia 4,5 tahun itu, betapa besar perhatiannya hingga mencari-cari produk kecantikan tersebut. Padahal anak seusia ia biasanya sibuk memilih mainan, makanan atau minuman kesukaan saat menyertai orangtua berbelanja, iya kan?
Tangisnya mulai mereda, sepertinya ia merasa lega ada yang membantu menyampaikan kesedihan hatinya. Sejenak saya lepaskan pelukannya, sekadar ingin menatap bola matanya. Sebuah senyuman saya sunggingkan disertai ucapan terima kasih atas perhatiannya itu lalu kembali saya dekap ia dengan sepenuh rasa sayang di hati.
Sesaat kemudian saya lirik suami, memberi tanda padanya agar menjelaskan mengapa keinginan gadis kecil itu tak dipenuhinya. Spontanitas ingin membela anak terasa lebih merajai hati saat itu, padahal belum mengetahui jawaban sang ayah yang menyebabkan perasaan si putri terluka (mungkinkah ini yang dinamakan bagian dari naluri seorang ibu?).
Setelah berdehem beberapa kali, suamiku menceritakan alasannya bahwa ia tak membawa dompet, hanya berbekal uang yang ada di saku baju kokonya saat mendadak mampir ke toko tersebut. Belum usai ia bertutur, si putri kecil kembali meradang, “tapi aku kan ingin beli barang itu,… biar wajah bunda bercahaya kalau pakai itu, huhuhhu…” tangisnya pecah kembali.
Sama halnya dengan saya, suamiku tersenyum menanggapi protes si putri kecil, beberapa detik kemudian sambil menatap saya, ia berkata, “Bunda itu akan terlihat bercahaya cukup dengan air wudhu’.”
Sejenak saya tertegun, tak menyangka suamiku akan berkata demikian, meskipun dalam hati saya setuju dengan apa yang ia ucapkan, namun naluri ingin membela anak muncul kembali. Tanpa berpikir panjang, segera saya katakan, “ya itu memang benar, tapi…merawat wajah dengan produk-produk itu pun tak ada salahnya bukan?” Ia tak menjawab pertanyaan saya, hanya ada seulas senyum yang terkembang lalu pamit dan bergegas mengajak anak-anak keluar karena adzan Isya telah berkumandang. Saya pun bersiap-siap mengajak putri bungsu untuk shalat berjamaah di rumah.
Usai shalat Isya, pembicaraan mengenai wajah bercahaya tadi kembali melintas. Wudhu’… wudhu’…wudhu’… kata itu serasa menggema di hati dan memenuhi kepala. Saya rasa sewaktu belajar tata cara berwudhu’ saat masa kecil, guru agama pernah mengajarkan keutamaan wudhu’ ini, akan tetapi saya tak ingat persisnya. Segera saya beranjak untuk mencari tahu lagi tentang hal ini, perlahan saya baca beberapa sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam…
“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu’.” (HR. Al Bukhari no. 136 dan Muslim no. 246)
Dapat dipastikan tak ada satu produk kecantikan pun yang mampu menandingi cahaya yang terpancar dari wajah orang-orang yang terjaga wudhu’nya. Karena cahaya dari air wudhu tak hanya dirasakan di dunia tapi di hari kiamat pun mereka akan mudah dikenali Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits, “Bagaimana engkau mengenali umatmu setelah sepeninggalmu, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Seraya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tahukah kalian bila seseorang memiliki kuda yang berwarna putih pada dahi dan kakinya di antara kuda-kuda yang berwarna hitam yang tidak ada warna selainnya, bukankah dia akan mengenali kudanya? Para sahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.” Rasulullah berkata: “Mereka (umatku) nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan dan kaki, karena bekas wudhu’ mereka.” (HR. Muslim no. 249)
Tak hanya partikel-partikel debu maupun noda polusi yang dapat dikikis dari wajah, wudhu’ pun dapat melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukan oleh produk kecantikan manapun untuk dapat membasuh hal yang tak pernah luput dari manusia seperti ditegaskan dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, dari sahabat Anas bin Malik: “Setiap anak cucu Adam pasti selalu melakukan kesalahan. Dan sebaik-baik mereka yang melakukan kesalahan adalah yang selalu bertaubat kepada-Nya.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Ad Darimi)
Allah subhanahu wata’ala dengan rahmat-Nya yang amat luas, memberikan solusi yang mudah bagi kita untuk membersihkan diri dari noda-noda dosa, di antaranya dengan wudhu’. Hingga ketika seseorang selesai dari wudhu’ maka ia akan bersih dari noda-noda dosa tersebut. Dari sahabat Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu’ kemudian mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya tersebut setiap dosa pandangan yang dilakukan kedua matanya bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya tersebut bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua kaki, maka akan keluar setiap dosa yang disebabkan langkah kedua kakinya bersama air wudhu’ atau bersama tetesan akhir air wudhu’, hingga ia selesai dari wudhu’nya dalam keadaan suci dan bersih dari dosa -dosa.” (HR Muslim no. 244).
Selain itu, dengan selalu menjaga wudhu’ seseorang akan memperoleh kebahagiaan yang tak bisa diberikan produk kecantikan manapun, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajatnya? Para sahabat berkata: “Tentu, wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Menyempurnakan wudhu’ walaupun dalam kondisi sulit, memperbanyak jalan ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah yang disebut dengan ar ribath.” (HR. Muslim no. 251)
Siapa yang tak menginginkan wajah bercahaya yang mudah dikenali Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam? Siapa yang tak ingin dosa-dosanya dihapus dan derajatnya dinaikkan Allah? Saya yakin, semua umat Islam pasti menginginkannya.
Subhanallah! Kilauan mutiara hikmah dari kejadian usai shalat Maghrib itu kini ada di hadapan mata…

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/21229/rahasia-wajah-bercahaya/#ixzz1zWFWIaXv
readmore »»  
“Bagaimana engkau mengenali umatmu setelah sepeninggalmu, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Seraya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tahukah kalian bila seseorang memiliki kuda yang berwarna putih pada dahi dan kakinya di antara kuda-kuda yang berwarna hitam yang tidak ada warna selainnya, bukankah dia akan mengenali kudanya? Para sahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.” Rasulullah berkata: “Mereka (umatku) nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan dan kaki, karena bekas wudhu’ mereka.” (HR. Muslim no. 249)
readmore »»  

Yang Biasa Beralasan "Jilbabin dulu hatinya, baru kepalanya,". Baca Ini!

Kisah ini kubaca sekitar satu tahun lalu di salah satu fanpage di facebook. Dan setelah membacanya, hatiku semakin kuat meyakini akan kebenaran perintah Allah untuk berjilbab. Mari kita simak ^^
***
Sebut saja Rana. Ia adalah wanita yang baik budinya. Senantiasa tersenyum dan ramah kepada siapa saja. Rana, wanita berusia 23 tahun. Sudah bisa dibilang sukses di umurnya yang sangat muda itu. Rana juga seorang penganut agama Islam yang taat. Tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu. Puasa sunnah nya juga rajin. Ia juga tidak pernah lupa menyisihkan penghasilannya untuk bersedekah. Baru-baru ini, Rana telah sanggup memberangkatkan kedua orangtuanya untuk pergi haji setelah setahun sebelumnya ia membelikan sebuah hunian baru bagi kedua orang yang sangat dicintainya itu.
Rana belum menikah.
Ia adalah sosok wanita yang sangat mengejar karir. Tujuannya hanyalah untuk membahagiakan kedua orangtuanya.
Tetapi, Rana tidak berjilbab. Berkali-kali teman sekantornya menanyakan alasan mengapa dia belum berjilbab. Dan jawabannya tidak pernah berubah. "Aku mau menjilbabi hatiku dulu, baru kepalanya,"ujarnya.
Menurutnya, percuma orang memakai kerudung kalau hatinya masih busuk. Masih suka menggunjing. Dan tidak patuh pada seluruh kewajiban lainnya seperti sholat, puasa, dll.
Rana adalah orang yang kritis terhadap hal-hal seperti itu.
Pada suatu malam,ketika ia pulang kerja, badannya terasa lelah sekali. Seharian duduk di depan komputer membuat matanya sedikit sakit.
Ingin sekali rasanya ia langsung berbaring diatas kasur yang empuk. Tetapi ia teringat bahwa ia belum sholat isya'. Maka ia pun segera bangkit dan mengambil air wudhu lalu sholat.
Seusai sholat, ia pun tertidur.
Dalam tidurnya, Rana bermimpi berada di suatu tempat yang sangat indah. Sebuah taman yang ada banyak bunga berwarna-warni dan harum wanginya. Harum yang tak pernah ia temukan selama ini.
Matanya berkeliling. Melihat ke segala arah. Ada banyak wanita sepertinya yang juga duduk di sekitar taman. Mereka terlihat begitu bahagia. Sama seperti dirinya.
Rana berjalan dan bertanya pada seorang wanita yang sedang melihat-lihat bunga tak jauh dari tempat duduknya.
   "Permisi mbak, aku Rana. Kalau boleh tahu, kita ini ada di Surga ya?"tanya Rana sangking bagusnya tempat itu.
   "Oh tentu saja bukan,"jawabnya sambil tersenyum. "Tempat yang indah ini hanya tempat tunggunya. Surganya ada disebelah sana, kau lihat?"lanjutnya sambil menunjukkan sebuah pintu yang sangat besar dan sangat indah di ujung jalan sana.
Rana terperangah. Ada rasa bahagia yang terbuncah dalam dada nya. Ia merasa seluruh usahanya selama ini di dunia tidaklah sia-sia. Bahagia yang tiada tara.
Rana tersenyum.
Tiba-tiba, pintu itu terbuka. Para wanita yang tadi asyik bermain-main di taman segera berjalan mendekatinya. Dan satu persatu dari mereka pun masuk ke dalamnya dengan senyum tersungging.
Rana berdiri menatap terpaku ke depan pintu.
   "Ukhti, Ayo kita kesana. Pintu surga telah terbuka,"seru wanita tadi kepada Rana. Ia segera mengerjap-ngerjap dan berlari menyusul. 
Rana berlari semakin kencang. Namun pintu itu tak kunjung bisa dicapainya.
Sedangkan wanita tadi, ia sudah bisa memegang pintu itu. Rana panik. Semakin ia percepat larinya. Tetapi tetap saja, pintu itu terasa semakin menjauh.
   "Hei! Tunggu aku. Bagaimana kau bisa sampai kesana dengan berjalan santai sedangkan aku yang berlari tidak juga sampai?"tanya Rana dari jauh. Wanita itu hanya tersenyum dan  mulai melangkah masuk.
Rana semakin kepayahan. Tersengal-sengal napasnya. Ia pun memutuskan untuk berhenti. Hampir menyerah.
   "Ukhti!"panggil wanita itu. Kaki kanan dan sebelah badannya telah masuk ke balik pintu.
   "Kau tahu apa yang membedakanmu denganku?"tanyanya.
Rana menoleh, "Apa? Apakah amalanmu lebih banyak dariku? Apakah amalanku selama ini yang membedakanmu denganku?"Rana balik bertanya.
Wanita itu menggeleng pelan sambil tetap menyungging senyum.
   "Bukan itu. Amalan yang kulakukan sama seperti yang kau lakukan. Sholat, puasa, membaca Al-Qur'an, sedekah dan sebagainya,"ujarnya.
   "Lalu karena apa?"tanya Rana.
   "Lihatlah ukhti, apa yang membedakanmu denganku,"ujarnya tegas.
Rana melihat wanita itu dengan seksama. Lalu melihat ke arah dirinya sendiri. Tahulah dia terletak dimana perbedaan diantara mereka itu.
   "Ukhti, bukankah kau hanya ingin menjilbabi hatimu? Maka, kini biarlah surga ini hanya sampai di hatimu. Dan selalu menjadi angan-anganmu,"ujar wanita itu. Lalu ia pun masuk ke balik pintu sebagai yang terakhir. Pintu yang sangat indah itu pun tertutup.
Rasa sedih tiba-tiba merasuk di hati Rana. Ia menangis sejadi-jadinya. Ia inginmasuk kedalam sana bersama seluruh wanita tadi. Bukan hanya sampai di tempat tunggu ini.
Rana terbangun.
Matanya basah oleh air mata. Rasa sedih yang teramat sangat itu masih ada di dalam dadanya. Sangat sedih. Segera ia beristighfar dan menangis lagi mengingat tinggal sedikit lagi ia bisa mendapatkan surga tetapi terhalang oleh rambutnya yang tidak tertutup jilbab.
Rana segera bangkit dan mengambil air wudhu. Jarum jam menunjukkan pukul 3 pagi. Ia pun langsung melaksanakan sholat tahajud dan sholat taubat. Ia akui semua kesalahannya kepada Allah SWT. Dan saat itu juga ia niatkan pada dirinya untuk segera menutup kepalanya dengan jilbab.
Paginya, Rana pun bekerja dengan penampilan baru. Dengan jilbab di kepalanya.
readmore »»